وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ

وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَٓادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَٓاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Wa in yamsaska Llaahu bidhurrin falaa kaasyifa lahu illaa huwa wa in yuridka bikhayrin falaa raadda lifadhlihi yushiibu bihi man yasyaa'u min 'ibaadihi wa huwa l-ghafuuru r-rahiim122

Dan jika Allah mesti  menimpakan kepadamu kemalangan, tidak ada satu pun yang dapat mengangkatnya kecuali Dia! Jika Dia menghendaki kebaikan bagimu, tidak ada satupun juga yang dapat menolak karuniaNya! Dia menyebabkan karuniaNya mencapai siapa yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya... Dia itu Ghafur lagi Rahim.

Doa ini dianjurkan bagi mereka yang sedang menderita kesulitan, tekanan atau orang yang mengalami situasi yang tidak menguntungkan. Mengulangnya 100 kali sehari terbukti memberikan manfaat yang sangat besar. Allah akan mengalihkan keadaan orang tersebut ke keadaan yang baik.

Bagi siapapun yang telah dimudahkan Allah untuk mengalami perubahan, tentulah pembebasan itu sangat dekat!

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Rabbi-rhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiran123

Rabb-ku... Kasihilah mereka sebagaimana mereka melunakkan kami ketika kami kecil.

Tanggung-jawab terbesar seseorang adalah tanggung-jawabnya kepada kedua orang-tuanya. Sangat sukar bagi kita untuk membalas budi kebaikan kedua orang-tua kita, yang menjembatani kehadiran kita di kehidupan ini. Namun ayat ini mengajari kita sebuah doa bagi mereka, sederhana namun sangat dalam maknanya. Meskipun kita merasa bertanggungjawab untuk membalas sebagian budi baik mereka atas segala yang telah mereka lakukan untuk kita, kita tetap mesti mengikutsertakan kalimat ini di dalam doa-doa kita.

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَيهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Rabbi awzi'nii an asykura ni'mataka l-latii an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an 'amta a'maala shaalihan tardhahu wa ashlih lii fii dzurriyyatii innii tubtu ilayka wa innii mina-l-muslimiin124

Rabb-ku... Berilah kepadaku dan orang-tuaku kemampuan untuk bersyukur atas kenikmatan yang telah Engkau karuniakan kepada kami, dan untuk beramal dengan apa yang akan membuatMu ridha... Dan jadikanlah keturunanku hamba-hambaMu yang soleh, aku bertaubat kepadaMu dan aku benar-benar dari golongan muslimin (orang-orang yang menyadari keberserahdirian mereka)!

Abu Bakar as-Siddiq (ra) adalah yang menjadi sebab dari turunnya ayat di atas. Doa beliau berkenaan dengan tuntunan terhadap keluarganya diterima Allah dan ditegaskan dengan ayat ini.

Kita dapat melakukan hal yang sangat baik untuk keluarga dan keturunan kita jika kita membaca doa ini secara sinambung, dan secara khusus dianjurkan untuk membacanya sehabis shalat.

إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَٓاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُلَهُ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Inna rabbii yabsuthu r-rizqa liman yasyaa'u min 'ibaadihi wa yaqdiru lahu wa anta khayru r-raaziqiin

Rabb-ku, sungguh Engkau meluaskan rezeki dari siapa yang Engkau kehendaki dan membatasinya bagi orang yang Engkau kehendaki. Engkau sebaik-baik pemberi rezeki.

Jika doa ini dibaca dengan ayat ke-26 dan 27 surat Ali Imran, mereka yang menderita kekurangan (baik spiritual maupun material) akan mendapatkan kelapangan. Dianjurkan untuk membacanya 300 kali sehari.

رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

Rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waj'allii min ladunka sulthanan nashiiran125

Rabb-ku, kemanapun aku masuk, masukkanlah kedalam Kebenaran, dan dari manapun aku keluar, keluarkanlah aku dalam Kebenaran, dan jadikanlah dari DiriMu Sendiri (ladun-Mu; manifestasi kekuatan malaikat khusus dari rahmatMu) kekuatan yang menolong!

Ini adalah salah satu doa yang paling penting di dalam Al-Qur'an. Di sini, Allah mengajarkan kita untuk memasuki sesuatu dengan kebenaran, menyelesaikannya dengan kebenaran dan diperlengkapi dengan kekuatan ilahiah untuk menyelesaikannya.

Kata 'kebenaran' (shidq) mencakup kepatutan, kepasrahan, niat baik dan kejujuran.

Alasan mengapa Abu Bakar (ra) dikenal sebagai orang yang 'siddiq' karena beliau memiliki semua sifat ini. Memulai suatu urusan atau memasuki sebuah tempat disertai dengan semua sifat ini jelas merupakan langkah pertama menuju sukses. Langkah ke dua adalah dengan memiliki dukungan ilahi; orang yang memiliki kualifikasi tentu saja akan mengetahui pentingnya hal ini...

Mudah-mudahan Allah menolong kita dengan kekuatan dari DiriNya Sendiri, selama kita bekerja di jalanNya...

رَبَّنَا اٰتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Rabbanaa aatinaa min ladunka rahmatan wa hayyi' lanaa min amrinaa rashadan126

Rabb kami (komposisi Nama yang menyusun realitas esensial kita), karuniakanlah kepada kami rahmat (dengan pertolonganMu) dari DiriMu Sendiri (dengan kekuatan khusus yang mewujud dari stasiun absolut Nama-nama, esensiMu) dan bentuklah di dalam diri kami kesempurnaan dalam urusan ini.

Di sini, Allah mengajari kita berdoa untuk meraih sukses dalam urusan kita. Dia juga mengingatkan kita untuk meraih kesuksesan dari DiriNya sendiri ('Ind'; kekuatan yang didatangkan melalui pemunculan dimensional dari Nama-nama Allah yang menyusun esensi seseorang kepada kesadarannya)... Karenanya, apabila kita berdoa untuk sesuatu hal mengenai fitur-fitur esensialNya, seperti Ilmu, Rahmah dan Kekuasaan/Kekuatan, kita mesti meminta dari 'Ind'-Nya.

رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

Rabbi la tardzarnii fardan wa anta khayru l-waaritsiin127

Rabb-ku... Jangan biarkan aku menyendiri  dalam hidup ini (karuniailah aku pewaris)! Engkau lah sebaik-baik pewaris.

Nabi Zakaria (as) telah lanjut usia, tapi masih belum mempunyai anak... Maka beliau berdoa kepada Rabb-nya dengan ayat di atas dan doanya dikabulkan; dia dikaruniai seorang anak yang diberinama Yahya.

Nabi Yahya lah yang menyampaikan berita gembira tentang kedatangan Nabi Isa (as)...

Mereka yang menginginkan anak mesti membaca ayat ini. Cara paling efektif adalah dengan melaksanakan shalat hajat setelah tengah malam, kemudian membaca doa ini 1.000 kali selama beberapa malam secara berturut-turut.



122 Al-Qur'an 10:107

123 Al-Qur'an 17:24

124 Al-Qur'an 46:15

125 Al-Qur'an 17:80

126 Al-Qur'an 18:10

127 Al-Qur'an 21:89

42 / 71

Ini mungkin menarik buat Anda

Anda bisa mengunduh Buku ini