Cetak halaman

Yang Sering Ditanyakan

Buku mana yang seharusnya saya baca pertama kali?

Yang terbaik baca dulu ‘Hakikat Kehidupan’. Diikuti dengan ‘Allahnya Muhammad’. Kemudian ‘Kekuatan Doa’.  Bagi yang ingin menggali sedikit lebih dalam dari perspektif ilmiah, bacalah ‘Yang Maha Melihat’. 

Siapa Ahmed Hulusi itu?

Ahmed Hulusi, lahir di Istanbul 1945, saat ini merupakan pengarang yang paling komprehensif di Turki berkenaan dengan filosofi Islam. Beliau telah menulis lebih dari tiga puluh buku sejak 1965 tanpa mendapatkan imbalan material dari hak ciptanya. Lebih dari sejuta eksemplar dari buku-bukunya telah terjual dan sembilan di antaranya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Sekarang ini, beliau tinggal di Raleigh, NC, Amerika.

 

Baca lebih jauh mengenai Pengarang…

 

Apakah Ahmed Hulusi mempunyai akun media sosial atau aplikasi (apps)?

Website resmi Ahmed Hulusi adalah www.ahmedhulusi.org , akun Twitternya @AhmedHulusi, dan akun Facebooknya AhmedHulusi. Rujukan lain manapun di media sosial atau website di luar itu yang tidak bersesuaian dengan kandungan website www.ahmedhulusi.org bukanlah milik Ahmed Hulusi.

Mengapa menyingkap Al-Qur'an dari perspektif Sufi?

Al-Qur’an menyapa kaum intelek. Dari sudut yang paling mendasar, Kitab ini mengusung dua kebenaran.

1. Tidak ada ‘tuhan di luar sana’ yang mengatur keberadaan dari jarak jauh. Hanya ada yang Esa yang ditunjuk dengan nama ‘Allah.’ Wujud inilah, yang menyusun realitas esensial manusia, yang ilmu mengenainya mesti dikejar oleh manusia.

2. Manusia – dari sudut Nama-nama dan fitur-fitur Allah yang menyusun esensi dirinya – bersifat kekal. Oleh karena itu, dia harus menyelaraskan hidupnya sesuai dengan potensi tak berujung yang melekat di dalam dirinya.

Berkenaan dengan ‘B-ismillahir-Rahmanir-Rahim’, huruf ‘Ba’ dalam Al-Qur’an menunjuk kepada kebenaran hakiki ini. Sebenarnya,  realitas yang disimbolkan oleh oleh huruf ‘Ba’ merupakan landasan inti bagi semua faham Sufisme di sepanjang masa. Sebaliknya, jika kebenaran ini tidak difahami, mau-tidak-mau, Al-Qur’an akan disalah-fahami sebagai kitab yang merujuk tentang tuhan di langit sana. Padahal, Allah adalah dzat Tunggal kekal tiada batas, menghapus semua konsep adanya ‘yang lain’ dari sudut pandang ruang dan dimensi!

Dalam ‘Menyingkap Sandi Al-Qur’an’, pembaca diberi kesempatan untuk membaca melalui lensa-lensa realitas ini.

Apa Itu Dzikir?

Sebagai makna yang pertama, dzikir dikenal sebagai mengulang-ulang doa-doa tertentu atau nama-nama Allah. Makna ke dua mencakup mengingat dan merenungkan. Lebih jauh lagi, dzikir berarti juga mengkaji dan menyelami sebuah makna sedemikian rupa sehingga menghasilkan perenungan yang luas lagi dalam. 

 

Baca lebih jauh...

Apa makna di balik huruf ‘Ba’?

Ketika Anda tidak bisa membuka sebuah pintu dengan kunci, maka seperti itu pula tanpa memahami huruf ‘Ba’ mustahil bisa memahami makna dari ‘Kitab’ in! Hanya bila kita mendekati topiknya dengan kesadaran akan huruf ‘Ba’ kita benar-benar kembali kepada inti perkara dan sampai ke tujuan kita. Jika kita memperhatikan perkataan para wali termasyur dan orang-orang yang tercerahkan di masa lampau, alasan mengapa Al-Fatihah mesti dimulai dengan Basmalah merupakan peringatan mengenai ahwal yang mesti diambil untuk mendekati topik ini.

Dengan nama Allah, yang Rahman dan Rahim, keberadaan saya yang hadir dengan wujud yang ditunjuk dengan nama Allah, Dia lah yang mewujudkan aktivitas saya ini dengan RahmatNya… Satu-satunya pencipta absolut dari tindakan saya adalah Allah. Saya melakukan tindakan ini dengan makna-makna yang ditunjuk oleh nama Allah. Dzat absolutNya, ilmuNya, kekuasaan dan hikmahNya lah yang berada di balik tindakan saya…

Jadi, saya hidup dengan kesadaran ini dan tidak terhijab dari realitas, tidak memiliki keyakinan yang bertentangan dengan kebenaran.